Minggu, 05 April 2015

Ketika Cinta dan Penantian....

Membaca sebuah senja seperti menorehkan luka yang dalam 
Menggali kisah pahit antara cinta dan penantian 
Penantian panjang di sepanjang ribuan kilometer yang memisahkan dua insan
Kesalahan seperti tak bisa dielak
Memang bukan kamu atau aku yang salah
Semua hanya karna jarak dan waktu
Seolah melupakan kiasan dalam suaramu yang selalu membaluti mimpiku
Melupakan katakata lembut yang selalu kau berikan saat aku menangis
Melupakan pelukan hangat tiap kali kita bertemu
Melupakan aura sendu saat aku merasa sendiri
Dan melupakan genggaman yang selalu kau berikan
Secercah hati begitu cepat mengarungi hatimu
Hati lain yang tibatiba hinggap di bayanganmu
Yang memecahkan gelembung cinta yang diarungi oleh namaku
Dan kemudian saat yang aku takuti itu menyentuh hidupku
Di mana, saat aku menangis tapi kamu tersenyum dengan hati yang lain
Saat aku ingin mendengar celotehanmu tetapi kamu sedang melepas celotehan itu bersama hati yang lain
Saat aku ingin kamu menyentuh rambutku, tetapi kamu sedang menyentuh hati yang lain
Saat aku ingin mendengar suara sendumu tetapi kamu menyanyikan lagu bersama kisah yang lain
Semua sudah berbeda
Hatimu dan hatiku tak sejalan lagi
Mungkin sekarang kita sedang berjalan masing-masing
Tak ada kisah antara kau dan aku lagi di kala senja
Tak ada nama kamu dan aku di barisan rindu
Tak ada kata cinta akan kamu dan aku lagi
Dan memang aku tau
Semua itu bisa terjadi
Ini adalah kisah yang sulit untuk diarungi
Diarungi oleh sepasang kekasih yang tak dapat diikat secara realita
Ini adalah kisah yang di dalamnya ada nama kau dan aku
Dan kita adalah dua insan yang dipisahkan karena waktu dan penantian yang ragu akan kesetiaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar